Kembali

Beli Properti Di Metaverse, Begini Penjelasannya!

19 July 2022

Teknologi yang semakin berkembang membuat banyak kegiatan manusia yang bisa dilakukan secara virtual. Salah satu kegiatan yang kini bisa dilakukan adalah membeli properti secara virtual lewat metaverse. Dengan adanya teknologi metavese, pembelian properti memang bisa dilakukan secara virtual dan jarak jauh. Meski ada teknologi yang mempermudah pembelian properti secara virtual, kenyataannya publik masih banyak yang ragu.

Dari Keraguan Hingga Keyakinan Bertumbuhnya Metaverse

Apalagi bila memang membahas soal pembelian properti yang umumnya mengharuskan mereka harus dengan jeli melihat dan mencermati kondisi properti. Pemahaman publik tentang metaverse yang masih minim juga menjadi salah satu faktor yang memunculkan keraguan.

Meskipun publik masih belum terlalu merespon, pakar real estat dari Colliers International menyatakan bahwa teknologi metaverse adalah sesuatu yang mau tak mau akan terus berkembang dan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Tidak hanya mendobrak fisik, metaverse juga dianggap mampu membuat definisi ulang terhadap sektor real estat yang umumnya telah dikenal.

"Metaverse akan lepas landas. Tidak ada keraguan tentang itu. Arah pasti yang akan diambil masih belum ditentukan, tetapi kemungkinannya sangat besar," ujar Managing Director Occupier Service Asia, Abhishek Bajpai.

Tingkat Penjualan Properti Melalui Metaverse yang Tinggi

Sementara itu bagi komunitas virtual seperti The Sandbox dan SuperWorld, teknologi metaverse dianggap telah berada di puncak untuk mengobarkan revolusi real estat. Hal ini dibuktikan dengan pembelian properti di metaverse yang melebihi 500 juta Dollar AS atau sekitar Rp 7,18 triliun pada 2021, dan diperkirakan bakal berlipat ganda pada 2022.

Menurut komunitas virtual tersebut Metaverse merupakan sebuah langkah logis berikutnya dalam evolusi internet. Hal ini sama seperti perubahan yang terjadi pada teknologi modem dial-up ke broadband yang sangat cepat. Hal yang juga memicu pertumbuhan teknologi virtual seperti Metavese adalah pandemi Covid-19. Tidak hanya terjadi perubahan dalam pola kerja, cara hidup seperti membeli properti di metaverse pun akhirnya terjadi.

Siapapun Bisa Memanfaatkan Metaverse

Dibalik keraguan publik untuk memanfaatkan metaverse sebagai platform pembelian, menurut Head of Valuation & Advisory Services Hongkong, Hannah Jeong, banyak dari publik yang juga sangat penasaran dengan keistimewaan teknologi tersebut. lebih lanjut menurut Hannah Jeong, Metaverse memang merupakan produk teknologi yang menarik karena bisa diakses dan dimanfaat semua orang termasuk kalangan bisnis real estat. Ditambah lagi jika melihat metaverse yang sangat mudah diterapkan dan tingkatkan untuk produk properti virtual. Dari sini maka metaverse pun semakin menjadi hal menarik untuk dipelajari.

"Pengembang, pemilik tanah, dan penghuni dapat menjelajahi Metaverse untuk melengkapi penawaran mereka di dunia nyata," kata Jeong.

Membantu Calon Pembeli dalam Mengambil Keputusan

Metaverse memang menghadirkan banyak keunguulan dan manfaat bagi yang menggunakannya. Tidak hanya soal kemudahannya saja, metaverse juga membuat penggunanya bisa melakukan beberapa kegiatan seperti sosialisasi, bekerja, bersenang-senang dan bahkan membeli properti. Terkait pembelian properti di metaverse sendiri, Hannah Jeong mengatakan bahwa teknologi virtual tersebut mampu menawarkan beragam pilihan bagi calon pembeli potensial dan membantu mereka dalam pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang valid.

Walau memang harus diakui Metaverse punya risiko keamanan dan privasi karena belum adanya regulasi, tapi faktanya masalah tersebut sedang terus dicari solusinya.

“Banyak negara memperhatikan masalah ini dengan cermat, dan mencoba mengatur pasar kripto dan mengubah perilaku pasar. Komunitas cryptocurrency juga menyusun rencana untuk mengurangi jejak karbon mereka dan menjadi lebih ramah ESG,” ucap Jeong.

Peluang Metaverse

Lebih lanjut Jeong menyatakan bahwa kombinasi kemajuan teknologi di bidang teknologi informasi di tahun mendatang akan semakin mendorong metaverse menjadi pasar utama properti. Dan ketika hal itu terjadi maka setiap pemain industri properti harus merumuskan strategi metaverse.

 

 

(Asep Irwan)